Sunday, June 03, 2012

KUTIPAN : CERITA INI TIDAK SESEDERHANA TOKOHNYA

mengutip sebuah cerita pendek mengenai seorang penjual jagung dan seorang anak muda yang hendak bepergian. cerita ini memang bukan aku yang menceritakan. Namun cukup menginspirasi kita untuk maju dalam hidup.
 
saya benar-benar bingung. Bagaimana seorang manusia bisa bertahan, ah bergerak lebih tepatnya. Kejadian yang saya akan ceritakan ini mungkin sudah terjadi banyak tahun silam. tapi baru sekarang sempat saya tautkan. ah kamu pun tahu alasannya, ya karena sekarang bersamaku sudah ada kopi dan rokok. Oh kemarin-kemarin saya juga bersama mereka, kopi dan rokok. Tetapi tak senikmat malam ini. karena, ini kopi dari toraja, oh sudah lama aku mengidam-idamkannya. Kalau soal rokoknya, kamu mungkin tidak akan pernah tahu selama kalian masih memperdebatkannya. ya, itu untuk agama juga, kalian tidak akan pernah tahu nikmatnya beragama, jika kita masih memperdebatkannya. Aku kira begitu. maaf tersesat sejenak. saya akan melanjutkan niatan saya untuk mengisahkan sebuah cerita, jika kamu berkenan. Terima kasih. Toh walaupun ada yang tidak berkenan, itu tidak sedikitpun menggangguku.

Modern Day escape : House Of Rats





Track :


  1. The Cancer
  2. A Creature Among Us
  3. Maybe Holding Hands Wasn't Such A Good Idea
  4. One Way To Kill A Werewolf

Serigala malam : Our Movement Is Our Pride

track :
  1. Outcome The Notorious Wolf
  2. More Pain More Blood
  3. Commtment Betrayer
  4. No Time For
  5. Evilside Inside
  6. Life For Nothing
  7. Hardcore Pride (Madball Cover)
 download

Friday, June 01, 2012

"Woyla". Sejarah Pembajakan Pesawat Indonesia Pertama dan Terakhir

28 Maret 1981


Pesawat Garuda Indonesia dengan Nomor Penerbangan Woyla GA-06 dengan tujuan Medan. berangkat pukul 08.00 WIB dari Jakarta. Dijadwalkan untuk melakukan transit di Bandara Sipil Talang Betutu, Palembang. Setela lepas landas dari bandara Talang Betutu, Palembang, dua orang penumpang berdiri sambil mengeluarkan senjata api. Salah satunya memasuki ruang kokpit dan seorang lagi mengancam penumpang untuk tidak berbuat macam-macam. Pukul 10.10, pesawat berhasil dikuasai oleh lima orang pembajak.
Pesawat Garuda GA-06 "woyla"
Pembajak di kokpit memerintahkan pilot untuk terbang menuju Kolombo, Sri Lanka. Namun dengan alasan bahan bakar yang tidak mencukupi, maka penerbangan dialihkan menuju Penang, Malaysia untuk pengisian bahan bakar dan selanjutnya menuju bandara Don Mueang, Thailand. Di sinilah drama pembebasan para sandera terjadi yang berlangsung selama empat hari.